Apakah Penderita Autis Bisa Sembuh Dan Bisa Bersosialisasi Dengan Normal

Obat Herbal Terbaik Untuk Anak Autis Membantu Dalam Bersosiliasi Dengan Normal Dan Mengatasi Masalah Autisme Pada Anak Anda

Apakah Penderita Autis Bisa Sembuh Dan Bisa Bersosialisasi Dengan Normal

Tidak seperti yang orang kira, autisme bukan masalah pada kejiwaan. Yang terganggu bukan jiwanya, namun perkembangan otaknya. Otak penyandang autis bekerja tidak dengan semestinya layaknya otak orang normal. Lalu bisakah penderita autis sembuh?

Autisme adalah suatu gangguan perkembangan neurobiologi. Gangguan otak atau neurobiologi inilah yang akhirnya mempengaruhi perilaku penyandang autisme.  Dimana yang tampak nyata terlihat adalah hubungan sosial dan kemampuan untuk berkomunikasi.

Karena kemampuan interaksi sosialnya tidak seperti orang-orang pada umumnya, hal inilah yang membuat para penyandang autisme tampak terlihat berbeda.

Tidak hanya komunikasi verbal dengan menggunakan kata-kata, bahkan komunikasi non verbal seperti ekspresi wajah, intonasi suara, dan gestur tubuh tidak dimengerti oleh para penyandang autisme.

Orang tua yang memiliki anak penyandang autisme memang butuh energi lebih untuk mengurus dan memberikan perhatian. Seharusnya masyarakat juga perlu  mendapat edukasi terkait masalah autisme ini supaya mereka bisa sedikit memahami dan mengerti kondisi para penyandang autisme.

Penyandang autisme tidak bisa memahami perasaan orang lain layaknya orang-orang pada umumnya, maka dari itu dalam kehidupan sosial, orang-orang harus bisa lebih memahami mereka.

Mengenal Perihal Autisme

Apakah Penderita Autis Bisa Sembuh Dan Bisa Bersosialisasi Dengan Normal

Menurut data UNESCO, pada tahun 2011 ditemukan 6 dari 1000 orang adalah penyandang autisme. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2013 kurang lebih ada 112.000 anak menderita masalah autisme dalam rentang usia 5-19 tahun.

Gejala-gejala autisme pada anak sebenarnya bisa diidentifikasi sejak anak mulai menginjak usia 30 bulan hingga usia maksimal 3 tahun.

Ada 3 pola perkembangan autisme yang dialami oleh anak. Tahap perkembangan autisme inilah yang biasanya menjadi patokan sebagai diagnosa masalah autisme.

Tahap pertama, akan muncul gejala atau tanda-tanda autisme yang tampak sejak lahir. Dokter yang menangani kelahiran biasanya bisa melihat masalah ini. Pada tahun pertama perkembangan anak, orang tua yang peka biasanya juga bisa menemui suatu tanda kejanggalan.

Tahap kedua, saat kelahiran anak tampak sangat normal seperti bayi-bayi pada umumnya. Namun saat masuk usia 18 bulan, tiba-tiba ada suatu regresi atau suatu penurunan kemampuan anak.

Kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai tiba-tiba tidak lagi dikuasai. Tandanya seperti tiba-tiba anak tidak peduli lagi dengan orang disekitarnya, anak kehilangan kontak mata, anak kehilangan kata-kata pertamanya, dll.

Ketiga, yang cukup menjadi kontroversi namun juga ada kasusnya adalah anak yang mengalami regresi atau penurunan kemampuan setelah anak mendapatkan imunisasi MMR yang merupakan imunisasi campak.

Beberapa kasus terjadi, beberapa minggu setelah anak mendapatkan imunisasi campak, anak kemudian mengalami regresi kemampuan. Imunisasi ini biasanya diberikan pada saat anak berumur 9 bulan dan 15 bulan.

Masalah autisme ini sering terlambat terdeteksi oleh dokter karena dokter tidak melakukan diagnosis dini terhadap anak yang berkemungkinan mengalami autisme.

Ada CHAT/M-CHAT adalah salah satu cara untuk mendeteksi masalah autisme pada anak M-CHAT sendiri singkatan dari Modified Checklist for Autism in Toddler atau suatu mainan yang digunakan untuk mendeteksi autisme pada anak.

Cara ini sangat efektif untuk mendeteksi masalah autisme pada anak berusia 18-24 bulan. CHAT/M-CHAT ini bisa dilakukan oleh dokter.

Ciri-ciri Anak Autisme

Apakah Penderita Autis Bisa Sembuh Dan Bisa Bersosialisasi Dengan Normal

Ciri-ciri fisik anak autisme sangat terlihat dari bibir dan juga matanya. Pada bagian mata seorang anak yang mengidap autisme, tampak suatu jarak yang lebih besar daripada jarak mata orang-orang normal.

Di daerah pipi dan di daerah hidung juga memiliki jarak yang dekat terutama di bagian tengah wajah. Jadi bagian tengah wajah akan tampak lebih sempit.

Bibir akan tampak lebih lebar dan philtrum atau daerah antara bibir dengan hidung juga lebih lebar.

Jika dilihat dari perilakunya, ketika diajak berbicara seorang yang mengalami masalah autisme matanya tidak akan fokus melihat ke lawan bicara. Bicaranya juga kerap meracau atau melakukan pengulangan kata-kata.

Pengidap autisme juga kesulitan dalam memahami perasaan hati seseorang. Mereka tidak akan mampu membedakan apakah seseorang sedang marah, sedih atau gembira.

Pengidap autisme juga kesulitan untuk mengontrol emosinya. Dalam kondisi tertentu pengidap austisme akan marah dengan berlebihan dan tidak peduli dengan lingkungan disekitarnya. Gerak-gerik seorang pengidap autisme juga seperti tak tertuju.

Para penyandang autisme sebenarnya bisa berbicara, namun bukan berbicara untuk berkomunikasi. Mereka lebih sering berbicara pada dirinya sendiri. Bahasanya pun terdengar agak aneh.

Pengidap autisme sering bermain dengan imajinasinya. Seorang anak pengidap autisme biasanya akan menjauh dari teman-temannya dan memilih bermain sendiri dengan imajinasinya.

Penyandang autisme jika sudah memiliki suatu hal yang dia sukai, dia akan mempertahankan 1 minat tersebut secara berlebihan dengan gaya yang khas. Intensitasnya dan fokusnya akan sangat berlebihan. Terkadang mereka bahkan terjebak dalam suatu ritual rutinitas yang tidak berguna.

Intinya kemampuan sosial dan komunikasi penyandang autisme akan bermasalah dan akan menganggu kehidupan sosialnya.

Mengatasi Masalah Autisme

Jika ditanya mengenai faktor terbesar yang menyebabkan autisme, saat ini masalah genetik masih dipercaya sebagai faktor terbesar penyebab autisme.

Apakah penderita autis bisa sembuh jika faktor genetika menjadi penyebab terbesar masalah ini.

Tapi ternyata saat ini sudah dikembangkan berbagai metode untuk melatih para penyandang autisme supaya bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan lebih baik.

Selain itu biasanya juga ada pemberian obat dan juga suplemen-suplemen untuk mengobati masalah pada sistem nerobiologis pengidap autisme. Selain itu juga perlu dilakukan suatu diet dengan menhindari makanan yang tidak baik bagi perkembangan anak. Diet utamanya adalah susu dan juga terigu.

Hal ini karena protein casein yang terkandung didalam susu dan bahan gluten yang terkandung di dalam terigu tidak bisa seluruhnya dicerna dengan sempurna oleh anak.

Selain itu ada satu jenis obat herbal yang ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan masalah autisme. Obat herbal ini adalah TNM.

Ada suatu terapi menggunakan TNM yang bisa mengatasi masalah autisme yang diderita anak, dupaya kemampuan sosial dan komunikasi anak lebih baik lagi.

TNM mengandung banyak mineral baik untuk penyandang autis, diantaranya adalah asam amino yang bisa mengurangi tindakan hiperaktif pada anak autisme.

Enzim sekretin pada TNM juga bisa membantu penyandang autisme untuk lebih cepat dalam melakukan proses belajar bicara. Kandungan methione dan terpene juga bisa mendektoksifikasi darah sehingga kandungan timbal dalam darah dan racun lain bisa dikeluarkan.

Tridoid bisa membantu menambal kerusakan syaraf pada otak sehingga syaraf otak mendapat regenerasi yang bisa meningkatkan kemampuan fungsinya.

450Minuman dan juga suplemen bioactive TNM sudah terbukti memberikan khasiat yang luar biasa untuk mengatasi masalah kesehatan. Selain mampu mengatasi masalah autisme, TNM bisa mengatasi masalah jantung, masalah pembuluh darah, kolesterol, diabetes, dll.

Apakah penderita autis bisa sembuh? Tentu saja bisa. Jika Anda memiliki anak yang mengalami masalah autisme, Anda bisa langsung menjalankan terapi dengan disertai mengkonsumsi TNM. Untuk Anda yang tertarik membeli TNM yang terpercaya, Anda bisa mengunjungi situs http://vitaminanak.net/autis/.

4

Apa Itu TNM dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Untuk Info Lengkap Mengenai TNM Silahkan Tekan Tombol "Klik Disini" Di Bawah Ini 

3

Hey, Apakah Anak atau Kenalan Anda Menderita Autis?

Kami Bisa Mengirimkan Banyak Tips Masalah Autis Seperti Diatas ke Email Anda

Jangan Lewatkan Kesempatan Ini

Dapatkan Semua Tips Tentang Autis Sekarang, Gratis!

Isi Form Dibawah Ini !

(Rekomendasi Dokter)

enter website vitamin anak autis

Mohon Diisi Pak/Bu

Mohon Isi Nama Depan Anda

Mohon Isi Email Anda

Semoga Semua Anak Autis Di Indonesia Semakin Sehat Ke Depan Dengan Tips Autis Ini.

Bagikan Juga ke Teman-Teman Ya!