Category: Autis Bisa Sembuh

Apakah Anak Autisme Bisa Sembuh Dan Apa Obat Terbaik Untuk Autisme?

Pengobatan Untuk Anak Autisme Dengan Herbal Alami Terbuat Dari Tumbuhan Yang Aman Dikonsumsi Anak Anda Dan Tidak menimbulkan Efek Samping

Apakah Anak Autisme bisa Sembuh

Apakah anak autisme bisa sembuh? Merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh keluarga yang memiliki anak-anak penderita autis dan masyarakat umum lainnya, hal ini terjadi karena dari tahun ke tahun peningkatakan penderita autis di Indonesia semakin menunjukkan peningkatan, dan hal ini bukanlah hal yang mudah untuk diterima oleh orang tua. Perlu keikhlasan dan kekuatan lebih untuk bisa menerima kondisi anak dan terbuka dengan lingkungan tentang anak.

Namun tidak bisa sembuh bukan berarti Anda pasrah dengan keadaan anak, karena saat ini sudah cukup banyak komunitas, lembaga, forum dan layanan pendidikan dan terapi yang dibuat untuk anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk autisme. Dimana layanan pendidikan dan terapi khusus anak autis ini bertujuan untuk membantu meringankan gejala-gejala autis, membantu kemampuan anak untuk fokus, berkomunikasi, meningkatkan kemampuan kognitif, berinteraksi dengan orang sekitar, bahkan berhasil dalam pendidikan, sehingga seiring dengan perkembangan kemampuan maka anak autisme sembuh atau setidaknya bisa mandiri.

Mengenal Autisme Dan Gejalanya

Apakah Anak Autisme bisa Sembuh

Meskipun jawaban dari pertanyaan apakah anak autisme bisa sembuh? Sampai saat ini adalah tidak bisa sembuh total selayaknya anak normal, namun dengan penanganan yang tepat sejak dini ternyata sudah cukup banyak penderit autisme yang mengalami fase tumbuh kembang yang sangat baik, memiliki tingkat intelegensia yang tinggi (jenius), dan bisa menjalankan hidup sehari-sehari dengan mendiri. Hal inilah yang pada akhirnya merubah cara pandang masyrakat tentang penderita autisme.

Autisme adalah sebuah kondisi dimana terdapat masalah pada perkembangan saraf otak dan kelainan zat kimia pada otak sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial, berkomunikasi dan gangguan prilaku. Sangat penting untung mengenali gejala autisme sejak dini agar bisa melakukan tindakan penanganan yang intensif, sehingga bisa menggali potensi yang mereka miliki dengan optimal. Jadi bisa disimpulkan bahwa meskipun anak autisme sembuh atau bisa mandiri namun tetap saja ada beberapak karakter dan ciri khusus anak autis yang tidak bisa dihilangkan.

Gejala autisme sebaiknya dikenali sejak dini, agar bisa segera melakukan tindakan penanganan yang tepat, misalnya dengan memberikan suplemen sekaligus obat herbal autisme TNM yang membantu meringankan gejala-gejala autisme, memperbaiki sel-sel dan jaringan saraf otak, mencegah stress dan depresi, dan meningkatkan sistem imun dan daya tahan tubuh. berikut ini beberapa gejala autisme, yaitu :

  1. Sering melakukan gerakan-gerakan tertentu dengan berulang-ulang
  2. Tidak memberikan respon pada setiap perubahan dan lingkungan sekitar
  3. Memiliki ketertarikan atau keterikatan terhadap benda tertentu
  4. Memiliki perilaku emosional yang tidak stabil bahkan cenderung ekstrim, terkadang tiba-tiba nampak sangat gembira sambil melompat-lompat, dan terkadang tiba-tiba menangis sedih atau histeris tanpa sebab yang jelas.
  5. Cenderung menarik diri dari lingkungan dan seolah memiliki dunianya sendiri, sehingga sangat sulit untuk berinteraksi dengan orang-orang sekitar.
  6. Terlambat merespon atau terlambat berbicara
  7. Hanya bisa menyebutkan beberapa kata dan diucapkan dengan berulang-ulang
  8. Memilih makanan atau tidak refleks dalam mengunyah dan menelan makanan
  9. Tidak memiliki empati atau kepedulian dengan orang dan lingkungan sekitar

Peran Orang Tua Untuk Meredakan Gejala Autisme

Apakah Anak Autisme bisa Sembuh

Menjadi orang tua yang memiliki anak autis tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan, namun peran orang tua sangatlah penting untuk meredakan gejala autisme dan mengembangkan kemampuan fisik dan psikologis anak. Salah satu hal yang penting untuk dilakukan oleh orang tua adalah mencari informasi tentang autsime dan cara penanganannya baik melalui Yayasan Autisma Indonesia, forum-forum khusus orang tua yang memiliki anak autis, dimana Anda bisa bertukar pengalaman, dan melalui media internet (tapi sebaiknya pilih website yang sumbernya terpercaya).

Berikut ini beberapa peran atau  langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala-gejala autisme, yaitu :

  1. Tetap berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata (verbal) yang di ikuti dengan menggunakan bahasa tubuh (isyarat) untuk memperjelas maksud dan tujuan Anda.
  2. Setiap kali berkomunikas pastikan Anda menyebutkan nama, atau selalu memanggilnya dengan sebutan nama, agar anak memahami namanya sendiri.
  3. Berbicaralah dengan jelas dan pelan, dan kalau bisa panstikan sang anak melihat mata atau wajah Anda, hal ini akan melatihnya untuk fokus
  4. Pastikan saat Anda berkomunikasi dan berinteraksi benar-benar dalam suasana yang kondusif bukan sedang dalam kondisi berisik
  5. Biarkan anak memproses terlebih dulu kata-kata Anda beberapa saat untuk kemudian menunggu responnya.

Dengan mengenali gejala dan peran aktif orang tua maka anak autisme sembuh atau dapat hidup mandiri.

4 Terapi Mengobati Anak Autis

Sebagai orang tua mungkin pertanyaan apakah anak autisme bisa sembuh? Sering Anda tanyakan pada diri Anda sendiri ataupun Anda dengar dari orang lain, namun sebaiknya pertanyaan tersebut tidak mengganggu upaya Anda untuk terus berupaya semaksimal mungkin untunk mengembangkan kemampuan komunikasi, berinteraksi, dan kognitif buah hati Anda, karena sebenarnya tidak ada usaha yang sia-sia.

Berikut ini 4 terapi yang bisa meredakan gejala dan mengobati autisme, yaitu :

  1. Terapi Komunikasi Intensif Keluarga

Orang tua, saudara dan yang tinggal bersama dalam satu rumah dengan penyandang autisme memiliki peran yang sangat besar terhadap proses meredakan gejala dan pengobatan, dimana sangat penting bagi keluarga terdekat untuk mengetahui cara berinteraksi, berkomunikasi dengan penyandang autis agar secara alami membantu proses penyembuhan. Penerimaan keluarga yang baik akan sangat berdampak positif bagi penyandang autisme.

  1. Terapi Perilaku

Terapi ini bertujuan agar penderita autisme berlatih untuk beradaptasi dengan orang dan lingkungan disekitarnya, meningkatkan kemampuan berinteraksi dan meredakan kebiasaan atau gerakan-gerakan yang menjadi karakteristik anak autis, seperti mengulang-ngulang gerakang dan menarik diri dari lingkungan sosial.

  1. Terapi Psikologi Dan Emosional

Penderita autis umumnya memiliki masalah emosional, bahkan seringkali bertindak ekstrim karena suatu hal yang tidak diketahui, hal ini diketahui sebagai gangguan kecemasan, dimana terapi psikologis ini dilakukan untuk membantu mereka untuk mengendalikan emosi dan rasa cemas berlebihan, sehingga dapat meredakan kebiasaan menangis histeris tiba-tiba atau tertawa tiba-tiba tanpa sebab yang pasti.

  1. Terapi Suplemen Dan Obat Herbal TNM

Agar upaya anak autisme sembuh dapat lebih maksimal maka diperlukan asupan suplemen sekaligus obat herbal TNM secara teratur 1-2 kali sehari, karena penderita autis umumnya sangat pemilih dalam soal makanan, memiliki pantangan beberapa jenis makanan, memiliki respon mengunyah dan menelan makanan yang sangat buruk. Maka dari itu sangat penting untuk memberikan TNM kepada penderita autis agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, vitamin, mineral dan antioksidan yang mungkin tidak bisa didapatkan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. selain itu TNM berkhasiat untuk mempercepat proses regenerai sel-sel dan jaringan pada otak yang telah rusak, sehingga sangat efektif memperbaiki struktur saraf otak, memperbaiki metabolisme tubuh, memperbaiki sistem pencernaan, kardiovaskular, melawan penuaan dini, dan meningkatkan sistem imut dan daya tahan tubuh.

TNM merupakan obat herbal berbahan dasar buah noni Tahitian yang berasal dari Kepulauan Tahiti dan bahan herbal pilihan terbaik lainnya yaitu blueberry, cranberry, cornelian berry dan ekstrak daun zaitun yang telah diproses dengan menggunakan teknologi modern di Amerika. Bukan hanya berkhasiat dalam proses penyembuhan gejala autisme akan tetapi juga bisa menjadi suplemen keluarga karena dapat meningkatkan kualitas seluruh keluarga karena aman dikonsumsi oleh semua kalangan mulai dari anak-anak (diatas 5 tahun), remaja, dewasa dan lansia.

Untuk membuktikan khasiat TNM sebagai suplemen sekaligus obat herbal paling efektif dalam proses pengobatan penderita autis, Anda tidak perlu repot keluar rumah karena sudah bisa dibeli secara online melalui website terpercaya http://vitaminanak.net/autis/.

Mungkin jawaban dari apakah anak autisme bisa sembuh? Adalah tidak bisa seperti anak normal lainnya, akan tetapi dengan usaha yang maksimal maka penderita autisme bukan hanya dapat hidup mandiri akan tetapi memiliki kemampuan akademik dan keterampilan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan anak normal. Jadi agar anak autisme sembuh secara optimal terapkanlah keempat terapi tersebut diatas.

Apakah Penderita Autis Bisa Sembuh Dan Bisa Bersosialisasi Dengan Normal

Obat Herbal Terbaik Untuk Anak Autis Membantu Dalam Bersosiliasi Dengan Normal Dan Mengatasi Masalah Autisme Pada Anak Anda

Apakah Penderita Autis Bisa Sembuh Dan Bisa Bersosialisasi Dengan Normal

Tidak seperti yang orang kira, autisme bukan masalah pada kejiwaan. Yang terganggu bukan jiwanya, namun perkembangan otaknya. Otak penyandang autis bekerja tidak dengan semestinya layaknya otak orang normal. Lalu bisakah penderita autis sembuh?

Autisme adalah suatu gangguan perkembangan neurobiologi. Gangguan otak atau neurobiologi inilah yang akhirnya mempengaruhi perilaku penyandang autisme.  Dimana yang tampak nyata terlihat adalah hubungan sosial dan kemampuan untuk berkomunikasi.

Karena kemampuan interaksi sosialnya tidak seperti orang-orang pada umumnya, hal inilah yang membuat para penyandang autisme tampak terlihat berbeda.

Tidak hanya komunikasi verbal dengan menggunakan kata-kata, bahkan komunikasi non verbal seperti ekspresi wajah, intonasi suara, dan gestur tubuh tidak dimengerti oleh para penyandang autisme.

Orang tua yang memiliki anak penyandang autisme memang butuh energi lebih untuk mengurus dan memberikan perhatian. Seharusnya masyarakat juga perlu  mendapat edukasi terkait masalah autisme ini supaya mereka bisa sedikit memahami dan mengerti kondisi para penyandang autisme.

Penyandang autisme tidak bisa memahami perasaan orang lain layaknya orang-orang pada umumnya, maka dari itu dalam kehidupan sosial, orang-orang harus bisa lebih memahami mereka.

Mengenal Perihal Autisme

Apakah Penderita Autis Bisa Sembuh Dan Bisa Bersosialisasi Dengan Normal

Menurut data UNESCO, pada tahun 2011 ditemukan 6 dari 1000 orang adalah penyandang autisme. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2013 kurang lebih ada 112.000 anak menderita masalah autisme dalam rentang usia 5-19 tahun.

Gejala-gejala autisme pada anak sebenarnya bisa diidentifikasi sejak anak mulai menginjak usia 30 bulan hingga usia maksimal 3 tahun.

Ada 3 pola perkembangan autisme yang dialami oleh anak. Tahap perkembangan autisme inilah yang biasanya menjadi patokan sebagai diagnosa masalah autisme.

Tahap pertama, akan muncul gejala atau tanda-tanda autisme yang tampak sejak lahir. Dokter yang menangani kelahiran biasanya bisa melihat masalah ini. Pada tahun pertama perkembangan anak, orang tua yang peka biasanya juga bisa menemui suatu tanda kejanggalan.

Tahap kedua, saat kelahiran anak tampak sangat normal seperti bayi-bayi pada umumnya. Namun saat masuk usia 18 bulan, tiba-tiba ada suatu regresi atau suatu penurunan kemampuan anak.

Kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai tiba-tiba tidak lagi dikuasai. Tandanya seperti tiba-tiba anak tidak peduli lagi dengan orang disekitarnya, anak kehilangan kontak mata, anak kehilangan kata-kata pertamanya, dll.

Ketiga, yang cukup menjadi kontroversi namun juga ada kasusnya adalah anak yang mengalami regresi atau penurunan kemampuan setelah anak mendapatkan imunisasi MMR yang merupakan imunisasi campak.

Beberapa kasus terjadi, beberapa minggu setelah anak mendapatkan imunisasi campak, anak kemudian mengalami regresi kemampuan. Imunisasi ini biasanya diberikan pada saat anak berumur 9 bulan dan 15 bulan.

Masalah autisme ini sering terlambat terdeteksi oleh dokter karena dokter tidak melakukan diagnosis dini terhadap anak yang berkemungkinan mengalami autisme.

Ada CHAT/M-CHAT adalah salah satu cara untuk mendeteksi masalah autisme pada anak M-CHAT sendiri singkatan dari Modified Checklist for Autism in Toddler atau suatu mainan yang digunakan untuk mendeteksi autisme pada anak.

Cara ini sangat efektif untuk mendeteksi masalah autisme pada anak berusia 18-24 bulan. CHAT/M-CHAT ini bisa dilakukan oleh dokter.

Ciri-ciri Anak Autisme

Apakah Penderita Autis Bisa Sembuh Dan Bisa Bersosialisasi Dengan Normal

Ciri-ciri fisik anak autisme sangat terlihat dari bibir dan juga matanya. Pada bagian mata seorang anak yang mengidap autisme, tampak suatu jarak yang lebih besar daripada jarak mata orang-orang normal.

Di daerah pipi dan di daerah hidung juga memiliki jarak yang dekat terutama di bagian tengah wajah. Jadi bagian tengah wajah akan tampak lebih sempit.

Bibir akan tampak lebih lebar dan philtrum atau daerah antara bibir dengan hidung juga lebih lebar.

Jika dilihat dari perilakunya, ketika diajak berbicara seorang yang mengalami masalah autisme matanya tidak akan fokus melihat ke lawan bicara. Bicaranya juga kerap meracau atau melakukan pengulangan kata-kata.

Pengidap autisme juga kesulitan dalam memahami perasaan hati seseorang. Mereka tidak akan mampu membedakan apakah seseorang sedang marah, sedih atau gembira.

Pengidap autisme juga kesulitan untuk mengontrol emosinya. Dalam kondisi tertentu pengidap austisme akan marah dengan berlebihan dan tidak peduli dengan lingkungan disekitarnya. Gerak-gerik seorang pengidap autisme juga seperti tak tertuju.

Para penyandang autisme sebenarnya bisa berbicara, namun bukan berbicara untuk berkomunikasi. Mereka lebih sering berbicara pada dirinya sendiri. Bahasanya pun terdengar agak aneh.

Pengidap autisme sering bermain dengan imajinasinya. Seorang anak pengidap autisme biasanya akan menjauh dari teman-temannya dan memilih bermain sendiri dengan imajinasinya.

Penyandang autisme jika sudah memiliki suatu hal yang dia sukai, dia akan mempertahankan 1 minat tersebut secara berlebihan dengan gaya yang khas. Intensitasnya dan fokusnya akan sangat berlebihan. Terkadang mereka bahkan terjebak dalam suatu ritual rutinitas yang tidak berguna.

Intinya kemampuan sosial dan komunikasi penyandang autisme akan bermasalah dan akan menganggu kehidupan sosialnya.

Mengatasi Masalah Autisme

Jika ditanya mengenai faktor terbesar yang menyebabkan autisme, saat ini masalah genetik masih dipercaya sebagai faktor terbesar penyebab autisme.

Apakah penderita autis bisa sembuh jika faktor genetika menjadi penyebab terbesar masalah ini.

Tapi ternyata saat ini sudah dikembangkan berbagai metode untuk melatih para penyandang autisme supaya bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan lebih baik.

Selain itu biasanya juga ada pemberian obat dan juga suplemen-suplemen untuk mengobati masalah pada sistem nerobiologis pengidap autisme. Selain itu juga perlu dilakukan suatu diet dengan menhindari makanan yang tidak baik bagi perkembangan anak. Diet utamanya adalah susu dan juga terigu.

Hal ini karena protein casein yang terkandung didalam susu dan bahan gluten yang terkandung di dalam terigu tidak bisa seluruhnya dicerna dengan sempurna oleh anak.

Selain itu ada satu jenis obat herbal yang ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan masalah autisme. Obat herbal ini adalah TNM.

Ada suatu terapi menggunakan TNM yang bisa mengatasi masalah autisme yang diderita anak, dupaya kemampuan sosial dan komunikasi anak lebih baik lagi.

TNM mengandung banyak mineral baik untuk penyandang autis, diantaranya adalah asam amino yang bisa mengurangi tindakan hiperaktif pada anak autisme.

Enzim sekretin pada TNM juga bisa membantu penyandang autisme untuk lebih cepat dalam melakukan proses belajar bicara. Kandungan methione dan terpene juga bisa mendektoksifikasi darah sehingga kandungan timbal dalam darah dan racun lain bisa dikeluarkan.

Tridoid bisa membantu menambal kerusakan syaraf pada otak sehingga syaraf otak mendapat regenerasi yang bisa meningkatkan kemampuan fungsinya.

450Minuman dan juga suplemen bioactive TNM sudah terbukti memberikan khasiat yang luar biasa untuk mengatasi masalah kesehatan. Selain mampu mengatasi masalah autisme, TNM bisa mengatasi masalah jantung, masalah pembuluh darah, kolesterol, diabetes, dll.

Apakah penderita autis bisa sembuh? Tentu saja bisa. Jika Anda memiliki anak yang mengalami masalah autisme, Anda bisa langsung menjalankan terapi dengan disertai mengkonsumsi TNM. Untuk Anda yang tertarik membeli TNM yang terpercaya, Anda bisa mengunjungi situs http://vitaminanak.net/autis/.