Penyakit Autis Bisa Sembuh, Apakah Penyakit Autis Bisa Sembuh dan Deteksi Dini akan Autis

Penyakit Autis Bisa Sembuh, Apakah Penyakit Autis Bisa Sembuh Adalah Sebuah Pertanyaan Yang Sering Muncul Dalam Benak Mereka Yang Melihat Para Penyandang Autis

Penyakit Autis Bisa Sembuh, Apakah Penyakit Autis Bisa Sembuh dan Deteksi Dini akan Autis

Penyakit yang terjadi karena kelainan yang terjadi pada perkembangan sistem saraf yang mayoritas diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang sudah bisa dideteksi sejak usia bayi masih 6 bulan. Meski begitu ada sebagian dari mereka yang memiliki kecerdasan di atas anak-anak normal pada umumnya. Untuk itu dengan perawatan dan pengobatan yang benar, maka anak penderita autis ini bisa menjadi seperti anak-anak normal sebayanya. Oleh karenanya, sebagai salah satu pencegahan dan upaya penyembuhan yang paling awal dilakukan adalah deteksi dini akan penyakit autis ini. dengan deteksi dini, maka proses penyembuhan dan perawatan juga bisa berlangsung dengan lebih cepat, sehingga kemungkinan kesembuhan bagi si penderita autis akan semakin besar peluangnya.

Autis ini diklasifikasikan menjadi beberapa, di bawah ini adalah autisme berdasarkan saat munculnya kelainan. Jenisnya antara lain :

  1. Autisme infantil, istilah ini digunakan sebagai penyebutan anak autis jika seorang anak mengalami kelainan dan sudah terlihat sejak lahir.
  2. Autisme fiksasi, istilah ini digunakan jika seorang anak menunjukkan tanda atau gejala autis setelah beberapa waktu atau sekitar dua atau tiga tahun, namun ketika lahir ia masih nampak normal.

Selain itu, golongan autis  di bawah ini merupakan autimese berdasarkan interaksi sosial, antara lain :

  1. Tipe yang menyendiri
  2. Tipe yang pasif
  3. Kelompok yang aktif akan tetapi memiliki keanehan

Sedangkan untuk autisme berdasarkan prediksi kemandirian :

  1. Prognosis baik adalah mereka yang kehidupan sosialnya normal atau hampir normal dan juga berfungsi dengan baik, baik itu di lingkungan sekolah maupun di tempat kerja.
  2. Prognosis sedang, adanya kemajuan dalam hal atau bidang sosial dan pendidikan namun persoalan mengenai perilaku masih tetap ada.
  3. Prognosis buruk, tipe yang sulit atau tidak dapat mandiri.

Keterlambatan pertumbuhan yang dialami anak autis ini, bisa dimungkinkan atau dipicu dari hal-hal di bawah ini. hal-hal tersebut, antara lain :

  1. Pada saat dalam kandungan, sang ibu memakan makanan yang banyak mengandung bahan yang beracun atau makan makanan yang mengandung banyak pengawet, pewarna dan perasa makanan dengan berlebihan.
  2. Kelainan dari bentuk otak yang kecil saat masih dalam kandungan.
  3. Proses persalinan yang kurang lancar. Jika seorang anak yang baru lahir harus mendapatkan banyak oksigen, sedangkan ketika ia kekurangan, hal tersebut bisa memicu terjadinya autisme.
  4. Adanya kelainan sindrom dan metabolisme dalam tubuh.

Gejala autis ini bisa jadi ringan, sedang, sampai parah. Sedangkan proses cepat atau lambatnya penyembuhan bergantung oleh berbagai faktor, antara lain :

  1. Saat penyakit autis ini sudah terdeteksi sejak dini oleh orang tuanya.
  2. Peran dari orang tua dan lingkungan di sekitarnya.
  3.  Nutrisi yang tercukupi dan stimulasi yang terus menerus yang positif bagi si anak.

Sedangkan hal yang bisa dilakukan sebagai orang tua, dalam upaya deteksi dini. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memperhatikan hal di bawah ini :

  1. Apa anak anda tertarik dan mau bermain dengan anak-anak yang lain ?
  2. Apa anak anda bisa menunjuk ke benda yang membuatnya tertarik ?
  3. Apa anak anda pernah membawakan suatu benda untuk diperlihatkan kepada anda atau orang lain ?
  4. Apa anak anda dapat meniru tingkah laku anda ?
  5. Apa anak anda merespon jika ia dipanggil ?
  6. Jika anda menunjuk ke benda atau mainan yang jauh, apa dia menoleh untuk melihatnya?

Adapun ciri-ciri dari anak autis adalah sebagai berikut :

  • Kesulitan dalam bersosialisasi dengan anak yang lain. Anak autis ini akan lebh cenderung menyendiri.
  • Kesulitan dalam berkomunikasi secara normal.
  • Kurangnya koordinasi saraf sensorik dansaraf motorik. Seperti yang kita tahu, kedua saraf tersebut adalah pengendali utama seseorang dalam beraktivitas. Jika saraf-saraf tersebut mengalami gangguan maka gerakan menjadi lambat.
  • Memiliki perilaku danemosi yang sulit dikendalikan.
  • Memiliki perkembangan yang lambat dari anak normal yang lain.

Ada hal-hal yang bisa atau menunjukkan tanda-tanda anak mengarah menjadi autis. Untuk itu, sebagai orang tua harus bisa mengetahui tanda-tanda tersebut sedini mungkin. Dan saat ini, meski masih kurangnya pengetahuan mengenai anak autis ini tapi sudah cukup banyak upaya yang dilakukan demi kesembuhan si anak penderita autis ini. Hal yang biasa dilakukan sebagai upaya pengobatan adalah dengan terapi. Terapi yang dilakukan dimaksudkan agar merangsang tumbuh kembang anak menjadi seperti anak normal yang lain. Terapi yang biasanya dilakukan, antara lain :

  • Terapi ABA ( Applied Behavorial Analysis )

Terapi ini yang biasanya paling banyak digunakan di Indonesia. Terapi ini digunakan untuk menstabilkan anak autis dengan prinsip hadiah dan hukuman.

  • Terapi Okupasi

Terapi yang bertujuan untuk melatih otot halusnya. Karena mayoritas penyandang autis ini kesulitan dalam mengendalikan otot halusnya seperti memegang pensil atau sendok.

  • Terapi Fisik

Terapi ini biasanya terdiri dari fisioterapi dan integrasi sensorik. Terapi yang diterapkan dengan tujuan untuk menguatkan otot-otot dari anak autis agar dapat berjalan dan mempunyai keseimbangan yang baik.

  • Terapi Bermain

Untuk mengajari anak autis agar bermain secara normal.

  • Terapi Perilaku

Terapi yang digunakan untuk mencari latar belakang yang menyebabkan anak autis berperilaku menyimpang, serta mencari sumber frustrasi untuk disusun menjadi rutinitas dan lingkungan yang mendukungnya agar berperilaku menjadi lebih baik.

  • Terapi Wicara

Terapi yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi secara normal.

Mengenai penanganan autis sendiri, di Indonesia masih cukup memiliki masalah yang harus segera diatasi, antara lain :

  1. Masih kurangnya tenaga terapis yang terlatih.
  2. Belum ada petunjuk perawatan secara formal.
  3. Masih terdapat kasus-kasus autisme yang belum terdeteksi.
  4. Belum terpadunya penyelenggaraan pendidikan terhadap anak dengan autisme di sekolah.
  5. Terbatasnya atau masih minimnya pengetahuan secara klinis maupun praktis yang didukung dengan data yang valid.

Penyakit autis bisa sembuh, apakah penyakit autis bisa sembuh adalah hal yang masih mungkin untuk dilakukan. dengan perawatan yang benar dari orang-orang terdekat, serta hal-hal yang mampu membuat anak penyandang autis ini bisa seperti anak normal pada umumnya. Selain dengan menggunakan terapi dan perawatan terbaik untuk anak penderita autis, anda bisa menggunakan TNM. Produk TNM ini memiliki banyak manfaat dan keunggulan. Untuk mengetahui lebih detail mengenai produk ini anda bisa kunjungi langsung website http://vitaminanak.net/autis/. Dengan deteksi dini, perawatan yang intensif serta pengobatan yang tepat ditambah dengan dukungan dari orang-orang disekitarnya, diharapkan dapat membantu dalam proses penyembuhan dari si anak autis tersebut. Sehingga si anak bisa tumbuh danberkembang seperti anak yang lain dan berprestasi seperti yang lainnya.

4

Apa Itu TNM dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Untuk Info Lengkap Mengenai TNM Silahkan Tekan Tombol "Klik Disini" Di Bawah Ini 

3

Hey, Apakah Anak atau Kenalan Anda Menderita Autis?

Kami Bisa Mengirimkan Banyak Tips Masalah Autis Seperti Diatas ke Email Anda

Jangan Lewatkan Kesempatan Ini

Dapatkan Semua Tips Tentang Autis Sekarang, Gratis!

Isi Form Dibawah Ini !

(Rekomendasi Dokter)

enter website vitamin anak autis

Mohon Diisi Pak/Bu

Mohon Isi Nama Depan Anda

Mohon Isi Email Anda

Semoga Semua Anak Autis Di Indonesia Semakin Sehat Ke Depan Dengan Tips Autis Ini.

Bagikan Juga ke Teman-Teman Ya!