Tag: Apakah Penyakit Autis Bisa Sembuh dan Penanganannya

Penyakit Autis Bisa Sembuh, Apakah Penyakit Autis Bisa Sembuh Dan Penanganannya

Apa Itu Penyakit Autis ? Apakah Penyakit Autis Bisa Sembuh Dan Bagaimana Cara Penanganan Yang Tepat Untuk Anak Autis

Autisme merupakan kelainan yang terjadi pada perkembangan sistem saraf  yang mayoritas diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang sudah bisa dideteksi sejak usia bayi masih 6 bulan. Dengan deteksi lebih dini, untuk bisa membantu anak agar bisa menyesuaikan dengan yang normal. Gejala yang autisme bisa dilihat apabila seorang anak memiliki tiga kelemahan tertentu seperti sosial, komunikasi dan tingkah laku yang berulang.

Penyakit autis bisa sembuh, apakah penyakit autis bisa sembuh dan bagaimana cara perawatan atau penanganannya. Mungkin itulah yang akan timbul di benak banyak orang yang melihat anak penyandang autis. Autis ini bukan penyakit genetis yang tidak bisa sembuh. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk proses penyembuhannya.

Ciri dari seorang anak autis , bisa dilihat di bawah ini :

  1. Kesulitan dalam bersosialisasi dengan anak yang lain. Anak autis ini akan lebh cenderung menyendiri.
  2. Kesulitan dalam berkomunikasi secara normal.
  3. Kurangnya koordinasi saraf sensorik dan saraf motorik. Seperti yang kita tahu, kedua saraf tersebut adalah pengendali utama seseorang dalam beraktivitas. Jika saraf-saraf tersebut mengalami gangguan maka gerakan menjadi lambat.
  4. Memiliki perilaku dan emosi yang sulit dikendalikan.
  5. Memiliki perkembangan yang lambat dari anak normal yang lain.

Selain itu ada pula ciri anak autis berdasarkan jenisnya :

  • Autis pada usia anak-anak

Hal ini biasa terjadi pada anak usia sekitar 3 tahun. Gejala yang lebih sering terlihat, biasanya terlambat bicara, menggunakan bahasa yang tidak biasanya digunakan oleh orang normal juga tidak bisa berkomunikasi verbal dengan baik. Ciri lainnya adalah interaksi sosial, tidak ekspresif, tidak menatap mata saat bicara, tidak bisa terlibat secara emosional dengan teman sebaya, tidak spontan, dan tidak empati.

  • Gangguan pada perkembangan persasiv YTT ( PDD – NOS)

Mempunyai ciri autis pada masa kanak-kanak, terutama adalah gangguan berkomunikasi, cara berinteraksi dan perilaku. Artinya gejala autis biasanya lebih ringan sehingga anak-anak masih bisa menatap lawan bicaranya, wajah lebih ekspresif dan masih bisa diajak bercanda.

  • Sindroma Rett

Gangguan autisme yang terjadi pada anak perempuan. Pada saat lahir normal, namun saat lewat usia 6 bulan mulai menampakkan ciri autis. Ia menjadi tidak bisa berbahasa dengan baik dan menjadi tidak ekspresif, juga mulai menarik diri dari lingkungannya.

Autis ini bisa disebabkan karena beberapa hal antara lain :

  • Pada saat dalam kandungan, sang ibu memakan makanan yang banyak mengandung bahan yang beracun atau makan makanan yang mengandung banyak pengawet, pewarna dan perasa makanan dengan berlebihan.1
  • Kelainan dari bentuk otak yang kecil saat masih dalam kandungan.
  • Proses persalinan yang kurang lancar. Jika seorang anak yang baru lahir harus mendapatkan banyak oksigen, sedangkan ketika ia kekurangan, hal tersebut bisa memicu terjadinya autisme.
  • Adanya kelainan sindrom dan metabolisme dalam tubuh.

Beberapa hal di bawah ini adalah karakteristik yang bisa diamati pada para penyandang autis, hal tersebut antara lain :

  • Memiliki kendala atau susah dalam berkomunikasi, misalnya sulit dalam berbicara atau mengerti dan memahami bahasa yang disampaikan orang lain.
  • Sulit untuk berhubungan dengan orang lain atau hal-hal yang ada di sekelilingnya.
  • Memainkan benda atau mainan dengan tidak wajar.
  • Sulit dalam menerima perubahan terhadap rutinitas atau lingkungan yang dikenalinya.
  • Terlihat melakukan pola tertentu atau gerakan tubuh yang berulang.

Selain dari karakter di atas, ada 5 jenis perilaku yang perlu diwaspadai dan perlu dievalusi lebih lanjut. Antara lain :

  1. Si anak tidak menggumam hingga ia berusia 1 tahun
  2. Ketika si anak tidak memperlihatkan kemampuan gerakan seperti menggenggam benda, menunjuk suatu benda yang jauh, atau melambaikan tangan sampai usianya menginjak 1 tahun
  3. Si anak tidak bisa berkata walau hanya sepatah kata hingga usia 16 bulan
  4. Si anak tidak mampu bicara menggunakan dua kalimat secara lugas pada usia 2 tahun
  5. Seorang anak yang kehilangan kemampuan dalam berbahasa serta berinteraksi sosial pada usia tertentu

Gejala autis ini bisa jadi ringan, sedang, sampai parah. Sedangkan proses cepat atau lambatnya penyembuhan bergantung oleh berbagai faktor, antara lain :

  • Saat penyakit autis ini sudah terdeteksi sejak dini oleh orang tuanya.
  • Peran dari orang tua dan lingkungan di sekitarnya.
  • Nutrisi yang tercukupi dan stimulasi yang terus menerus yang positif bagi si anak.

Bagi orang tua, cara mendeteksi dini bisa dilakukan dengan memperhatikan hal di bawah ini :

  • Apa anak anda tertarik dan mau bermain dengan anak-anak yang lain ?
  • Apa anak anda bisa menunjuk ke benda yang membuatnya tertarik ?
  • Apa anak anda pernah membawakan suatu benda untuk diperlihatkan kepada anda atau orang lain ?
  • Apa anak anda dapat meniru tingkah laku anda ?
  • Apa anak anda merespon jika ia dipanggil ?
  • Jika anda menunjuk ke benda atau mainan yang jauh, apa dia menoleh untuk melihatnya?

Adapun terapi yang bisa dilakukan untuk anak autis adalah sebagai berikut :

  • Terapi ABA ( Applied Behavorial Analysis ), Terapi ini yang biasanya paling banyak digunakan di Indonesia. Terapi ini digunakan untuk menstabilkan anak autis dengan prinsip hadiah dan juga hukuman.

  • Terapi okupasi, Terapi ini untuk melatih otot halusnya. Karena kebanyakan penyandang autis ini sulit dalam mengendalikan otot halusnya seperti memegang pensil atau sendok.

  • Terapi Fisik, Terapi ini biasanya terdiri dari fisioterapi dan integrasi sensorik. Terapi yang digunakan untuk menguatkan otot-otot dari anak autis agar dapat berjalan dan mempunyai keseimbangan yang baik.

  • Terapi Bermain, Untuk mengajari anak autis agar bermain secara normal.

  • Terapi Perilaku, Terapi ini digunakan untuk mencari latar belakang yang menyebabkan anak autis berperilaku menyimpang serta mencari sumber frustasi untuk disusun menjadi rutinitas dan lingkungan yang mendukungnya agar berperilaku menjadi lebih baik.

  • Terapi Wicara, Terapi yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi secara normal.

Mengenai penanganan autis sendiri di Indonesia masih memiliki masalah yang harus diatasi antara lain :

  • Kurangnya tenaga terapis yang terlatih di Indonesia.
  • Belum adanya petunjuk perawatan yang formal.
  • Masih banyak kasus yang autisme yang belum terdeteksi.
  • Belum terpadunya penyelenggaraan pendidikan bagi anak dengan autisme di sekolah.
  • Minimnya pengetahuan baik secara klinis maupun praktis yang didukung dengan validitas data.

450Selain dengan cara di atas, anda bisa mencoba salah satu alternative lain yaitu menggunakan TNM. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai manfaat dan kegunaan dari TNM. Silakan kunjungi web http://vitaminanak.net/autis/